Dalam postingan ini saya tidak mempunyai maksud lain, hanya untuk menentramkan hati yang gundah gulana hanya karena masalah sepele.
Sebagaimana kita alami bersama bahwa saat ini telah terjadi lagi krisis global yang mengakibatkan terpuruknya sektor ekonomi. Kata teman teman saya yang sering lihat berita, telah terjadi PHK besar-besar pada perusahaan otomotif yang mapan. Tidak perlu saya sebutkan nama perusahaannya karena tidak etis. Nanti dikira
black campaign. Saya sendiri jarang melihat dan membaca berita.
Beberapa bulan yang lalu saya membaca berita tentang pemerintah China yang mengerem pertumbuhan ekonominya karena kawatir akan terjadi
overheat . Saya kira overheat cuma ada di
engine doang ternyata ada juga di ekonomi. Saat itu saya sama sekali tidak mudeng maksudnya. Sampai saat ini juga tetap tidak mudeng. Mungkin efek dari overheat adalah krisis ekonomi seperti sekarang ini. Itu juga perkiraan saya doang sebagai
seorang tukang.
Sudah lama sekali sebenarnya saya menerima email dari teman yang menceritakan tentang kesederhanan Presiden Iran. Mungkin email tersebut sudah sering bertebaran pada milis beberapa tahun yang lalu tetapi saya rasa saat ini adalah saat yang tepat untuk meng-copas-nya kembali. Maaf bagi yang menulis berita tersebut saya copas habisnya saya nggak ngerti sampeyan siapa. Seandainya presiden di negeri kelelawar seperti itu pasti rakyatnya akan mendukung sepenuhnya.
Jangan ada yang berkomentar berita ini basi ya.
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung
jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran."
Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.
Mahmoud Ahmadinejad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan
seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut
dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani
yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening
pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala
tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya
40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang
dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat
dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menteri nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacar seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar yg tidak terlalu besar tanpa tempat tidur karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.
Should you have any questions or queries please do not hesisate to contact us.
Best Regards,
Endar
Lho ini posting blog ya saya kira kirim email.